Pemkab OKI Fokus Meningkatkan Pemulihan Ekosistem Gambut dan Perlindungan dari Ancaman Karhutla
Ilustrasi lahan gambut (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Pemulihan ekosistem gambut menjadi program yang sedang difokuskan oleh Pemkab Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Ekosistem gambut di wilayahnya saat ini sudah terdegradasi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aris Apani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKU di Kayuagung, Senin mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemkab yakni mulai menyusun dokumen rencana perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut (RPPEG) karena pemprov menargetkan harus rampung pada akhir tahun 2021.

RRPEG sangat penting bagi Kabupaten OKI karena memiliki areal gambut terluas di Sumsel.

“Melalui RPPEG ini nanti perlindungan dan pemulihan gambut dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran,” kata dia. Lahan gambut merupakan potensi sekaligus ancaman bagi karhutla di kabupaten itu.

Sebelumnya, Pemkab OKI menerapkan pendekatan 3R dalam pengelolaan ekosistem gambut, yakni rewetting (pembasahan), revegatation (penanaman) dan revitalitation livelihood (revitalisasi ekonomi).

Penerapan konsep itu mengacu pada program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Rencana Jangka Panjang Pengelolaan dan Perlindungan Lahan Gambut

Sementara itu, penyusunan dokumen RPPEG merupakan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2014, sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

PP tersebut memberikan mandat kepada menteri, gubernur, dan bupati/walikota untuk menyusun dan menetapkan RPPEG sesuai kewenangannya.

Dokumen RPPEG memuat rencana jangka panjang pengelolaan dan perlindungan lahan gambut untuk 30 tahun ke depan, serta komitmen perlindungan awal bagi lahan gambut dari kerusakan, dan degradasi lahan.

“Bagi kami, RPPEG ini akan menjadi acuan dalam membuat kebijakan terkait lahan gambut,” kata dia.

Kabupaten OKI merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi karhutla di Sumsel.

Luas Ekosistem Gambut di Ogan Komering Ilir Sumsel

Hal tersebut tercermin sejak kurun 2014 hingga 2020, karhutla seakan tak pernah absen terjadi di daerah itu. Puncaknya pada 2015 lalu di mana seluas 316.472 hektare hutan dan lahan di OKI terbakar. Hingga, Presiden RI Joko Widodo pun mengecek langsung ke lokasi terjadinya karhutla.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Wilman, mengatakan lahan gambut di OKI mendominasi dari total luasan gambut provinsi itu.

Berdasarkan data DLHP Sumsel, luas ekosistem gambut di Sumsel mencapai 2,09 juta ha yang tersebar di tujuh provinsi. Dari total luasan tersebut, sebanyak 1,03 juta ha atau 49,28 persen berada di Kabupaten OKI.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.