5 Jenis Kontrasepsi Non Hormonal dan Keunggulannya, Pasangan Muda Wajib Mengenalinya
Ilustrasi jenis kontrasepsi non hormonal (Unsplash/rhsupplies)

Bagikan:

PALEMBANG- Tidak selalu dalam sesi bercinta dengan pasangan berkeinginan untuk memiliki bayi atau kandungan. Untuk mengurangi risiko yang diinginkan dan tetap bisa menjalin keintiman dengan pasangan. Memakai kontrasepsi juga untuk menjaga kesehatan reproduksi serta me-m anage  hidup agar lebih sejahtera.

Alat terbagi dalam dua jenis yaitu kontrasepsi hormonal dan tidak mengganggu hormon atau dikenal dengan non hormonal. Lantas apa keunggulan kontrasepsi non hormonal?

Jenis alat kontrasepsi non hormonal sangat kecil menimbulkan efek samping. Tetapi, masalah yang sering dialami terkait dengan iritasi pada lapisan kulit terutama pada kondom. Lebih detail lagi, berikut penjelasan mengenai jenis kontrasepsi non hormonal.

1. Kondom

Kondom sebagai alat kontrasepsi non hormonal yang mudah didapatkan. Sejumlah minimarket dan apotik menjualnya. Secara ukuran, kondom cukup mudah dibawa dan praktis ketika dibutuhkan. Tingkat keamanan sebagai kontrasepsi hingga mencapai 97 persen.

Jenis yang pertama ini bisa dipakai saat berhubungan seksual , khususnya ketika penetrasi. Cara kerja mencegah semen dan sperma masuk ke vagina. Lebih praktis lagi, kondom bisa dipilih sesuai ukuran. Tetapi perlu dipakai dengan tepat agar tidak mudah lepas dan bekerja dengan baik.

Keunggulan dari kondom, selain mencegah kehamilan tidak direncanakan juga mengurangi interaksi infeksi seksual.

2. Diafragma

Diafragma berbentuk setengah lingkaran dengan ukuran kecil. Bisa dipakai berulang kali dan dikenakan pada lubang vagina agar mencegah masuknya sperma. Teksturnya lembut sehingga minim risiko membuat luka. Tetapi bahaya yang akan datang bersamaan dengan spemisida.

Lamanya memakai diafragma adalah 6 jam setelah berhubungan. Tetapi tidak direkomendasikan untuk dikenakan sanksi. Tingkat keberhasilan mendekati 90 persen. Ini berarti 10 dari 100 wanita punya kemungkinan hamil meski memakai kontrasepsi diafragma.

3. IUD atau spiral

Dikenal dengan KB spiral, IUD bisa dipakai hingga 10 tahun. Oleh dokter atau bidan alat ini dipasang di dalam rahim. Ini membuat rahim sulit dicapai sperma. kontrasepsi non hormonal yang ini bisa mencapai 99 persen.

4. Spermisida

Spermisida bisa dipakai tanpa diafragma. Alat kontrasepsi non hormonal ini berbentuk gel yang bisa membunuh sperma sebelum membuahi sel telur. Jika dipakai bersamaan dengan diafragma atau kondom, spermisida bisa lebih  aman  untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan.

5. Sterilisasi

Dibanding jenis kontrasepsi non hormonal lainnya, sterilisasi membutuhkan dana tinggi karena mahal. Tetapi jika tidak memiliki rencana punya momongan lagi, sterilisasi ini bisa menjadi pilihan dengan efektifitas mencegah kehamilan mencapai 100 persen.

 Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI Sumsel dengan judul Kenali Keunggulan 5 Jenis Kontrasepsi Non Hormonal . Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel .