Gubernur Sumsel Rencanakan Belajar Tatap Muka Dimulai Setelah Vaksinasi Tenaga Pendidik
Foto dari Antara

Bagikan:

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berencana memulai sekolah tatap muka setelah program vaksinasi ribuan guru terlaksana. Kebijakan akan diberlakukan bagi semua jenjang, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Herman Deru menyampaikan rencananya tersebut pada saat pelaksanaan vaksinasi ke tenaga pendidik SMA, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) wilayah Kota Palembang di RSUD Sumsel, Rabu, 17 Maret.

”Vaksinasi untuk guru ini adalah keinginan terbesar kami karena ingin segera belajar tatap muka dilaksanakan,” tutur Herman Deru.

Pemprov ingin kegiatan belajar tatap muka bisa dilaksanakan pada paruh tahun. Untuk mewujudkan program tersebut, Provinsi Sumsel mulai memberikan vaksin kepada 1.704 guru dan 240 orang tenaga pendidik yang tergolong dalam skala prioritas.

Pemberian vaksinasi dimulai dari guru, tenaga pendidik, staf, honorer dan segala pihak yang turut serta dengan kegiatan pembelajaran di sekolah.

“Mau itu PNS, atau honorer jadi sasaran vaksinasi. Nanti ke depan, kita akan rencanakan pengasuh pondok pesantren, karena banyak ponpes di Sumsel yang merumahkan santri-santrinya,” paparnya.

Sementara itu, untuk kuota pemberian vaksin akan disesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Penrima bisa mendapat Astrazeneca atau Sinovac.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan respon dari masyarakat akan vaksinasi COVID-19 sangat baik. Antusias yang tinggi terlihat dari banyak orang yang ambil bagian pada vaksinasi untuk dosis kedua.

“Ini karena mereka semakin percaya diri dan lebih sehat setelah divaksin,” ucapnya.

Kabar terbaru, sebanyak 30.950 vial vaksin COVID-19 kembali diterima oleh Dinas Kesehatan Sumsel. Vaksin yang setara dengan 345.400 dosis tersebut akan disalurkan untuk meneruskan tahapan vaksinasi lansia serta petugas publik.

Penyaluran Vaksin ke Beberapa Kota di Sumsel

Lesty Nuraini, Kepala Dinkes Sumsel, menyampaikan vial vaksin keluaran PT Biofarma tersebut bakal disalurkan ke 17 kabupaten/kota. Sementara pembagiannya disesuaikan dengan alokasi pemerintah pusat.

Kota Palembang akan mendapat jatah vaksin sebanyak 16.490 vial. Prabumulih menerima 240 vial, Banyuasin 760, Pagaralam 130 vial, OKU Timur 560, Ogan Ilir 470, Empat Lawang 250, OKU Selatan 340.

PALI mendapat vaksin sebanyak 240, Muratara 170, OKU 310, OKI 690, Muara Enim 770, Lahat 440, Musi Rawas 370, Musi Banyuasin 690, Lubuk Linggau 240 dan stok cadangan Dinkes Sumsel 7.790 vial.

Ia menambahkan, untuk pemberian vaksin hingga Mei 2021 masih akan diprioritaskan kepada lansia dan petugas pelayanan publik meliputi TNI, Polri, Satpol PP, pekerja hotel, restoran, jurnalis, guru, atlet, pedagang, tokoh agama, petugas transportasi publik, legislator, pejabat dinas, pegawai pemerintahan dan guru pondok pesantren.