Berita Invasi Rusia;  Ukraina Kehabisan Oksigen Medis di Tengah Gempuran Militer Putin
Seorang pria membawa tabung oksigen saat memasuki rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Kiev, Ukraina, 9 November 2020. (Foto: ANTARA/Reuters/Gleb Garanich/as)

Bagikan:

PALEMBANG- Kabar bukur datang dari Ukraina yang sedang berupaya meredam serangan Rusia. Negara tersebut mengalami kehabisan persediaan oksigen untuk pasien kritis. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan membutuhkan jalur aman bagi impor darurat di tengah panasnya invansi dari Putin.

"Kondisi persediaan oksigen di Ukraina hampir mendekati titik yang sangat berbahaya. Truk-truk tidak dapat mengangkut pasokan oksigen dari pabrik ke rumah sakit di seluruh negeri, termasuk di ibu kota Kiev," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Direktur WHO Regional Eropa Hans Kluge lewat sebuah pernyataan yang dilansir Antara.

"Mayoritas rumah sakit bakal kehabisan cadangan oksigen mereka dalam 24 jam ke depan. Beberapa di antaranya sudah habisan. Kondisi ini mengancam ribuan nyawa."

Rumah Sakit Ukraina Kehabisan Oksigen

Oksigen sangat penting bagi pasien dengan berbagai macam kondisi, termasuk 1.700 pasien COVID rawat inap dan pasien penyakit kritis lainnya yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan, kelahiran, sepsis, luka dan trauma.

Layanan rumah sakit darurat juga terancam mengalami padam listrik, sementara ambulans yang membawa pasien bisa saja terjebak dalam baku tembak.

WHO Bantu Oksigen ke Ukraina

WHO mengatakan sedang berupaya menambah pasokan oksigen, kemungkinan besar menggunakan oksigen cair dan silinder dari jaringan regional.

Pasokan-pasokan oksigen untuk Ukraina membutuhkan rute transit yang aman, setelah meninggalkan koridor logistik melalui Polandia.

Ikuti terus berita dalam negeri dan luar negeri di VOI Sumsel. Kami menyajikan berita Sumatera Selatan terkini dan terlengkap untuk anda.