Dinkes Sumsel Himbau Objek Wisata untuk Aktif Cegah Kerumunan saat Natal dan Tahun Baru
Dinas Kesehatan Sumsel (foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Pengelola objek wisata baik yang pihak pemerintah maupun swasta dihimbau oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan supaya proaktif dalam mencegah kerumunan pengunjung di waktu Natal dan Tahun Baru 2022.

Yusri, Kepala Bidang Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, di Palembang, Rabu mengatakan, meskipun ada sedikit kelonggaran selama diberlakukannya PPKM level tiga ini masyarakat khususnya pengelola objek wisata jangan sampai lengah dan mematuhi pelaksanaan sesuai protokol PPKM.

Peringatan ini supaya tidak terjadi klaster penyebaran COVID-19 baru sebab selayaknya libur akhir tahun destinasi wisata menjadi tempat untuk masyarakat berekreasi misalnya seperti Kota Pagaralam, Lahat, OKU Selatan.

“Seperti kalau level PPKM mengharuskan pendatang melakukan tes usap antigen petugas harus menanyakan hasil tes tersebut dengan seksama demi keselamatan bersama juga," kata dia.

Penerapan PPKM Level 3 di Sumsel saat Akhir Tahun

Menurutnya, pengelola juga diwajibkan menyediakan layanan pemindaian barcode PeduliLindungi untuk mengkonkretkan pelaksanaan skrining sebagaimana yang diinstruksikan pemerintah.

Adapun penerapan PPKM level 3 akan berlaku di Sumsel selama libur Natal dan Tahun Baru pelaksanaannya akan dilakukan pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Dalam pemberlakuannya selama akhir 2021 sampai awal 2022 akan ada pengetatan pengawasan protokol kesehatan tidak hanya rumah ibadah gereja tapi juga menyasar ke sejumlah destinasi wisata lokal, pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal.

Aturan Pembatasn Kegiatan Masyarakat pada Akhir Tahun 2021 dan Awal 2022

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sudah menginstruksikan bagian Biro Hukum Setda Sumsel untuk membuat aturan turunan pengendalian mobilitas masyarakat untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pada akhir 2021 dan memasuki 2022.

“Kami mendukung PPKM Level 3 ini. Dalam aturan turunan itu poinnya jangan sampai kondisi penyebaran COVID-19 Sumsel yang sudah melandai ini kembali meningkat. Lalu jangan mengurangi kemeriahan umat dalam beribadah,” katanya.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.