Sopir dan Kondektur Angkutan Logistik yang Berlabuh di Tanjungkalian Wajib Tes Usap Antigen
Pemeriksaan tes usap dan Genose kepada sopir dan kondektur di Pelabuhan Tanjungkalian, Mentok. (ANTARA/ Donatus Dasapurna)

Bagikan:

PALEMBANG - Pemprov Bangka Belitung melakukan pengetatan perjalanan untuk menghindari penyebaran COVID-19 pasca lebaran. Para sopir dan kondektur angkutan logistik yang menyeberang ke Babel wajib menjalani tes usap di Pelabuhan Tanjungkalian.

"Mereka yang baru tiba dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, kami periksa satu per satu, kami harapkan upaya ini bisa mencegah penularan," kata Sekretaris Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Sidharta Gautama di Mentok, Jumat.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dengan menggunakan tes usap antigen ini dilakukan kepada seluruh sopir dan kernet armada angkutan logistik yang dilakukan di kawasan Pelabuhan Tanjungkalian.

"Para petugas kesehatan berjaga sesuai jadwal kedatangan kapal feri, begitu masuk langsung jalani pemeriksaan, jika hasilnya negatif baru diizinkan melanjutkan perjalanan di beberapa kota di Pulau Bangka," katanya.

Tes Usap Dilakukan Pekerja Logistik Antar Pulau Tidak Menjadi Penular COVID-19

Ia mencontohkan, pada Kamis (27/5) malam para petugas menunggu kedatangan Kapal Feri Gaunsa8 dan langsung memeriksa tes usap kepada 14 sopir dan dua kondektur menggunakan tes usap, sedangkan lima orang lainnya menggunakan Genose dengan hasil seluruhnya negatif.

"Pemeriksaan seperti ini akan terus kami lakukan untuk menjaga agar para sopir dan kondektur yang sering keluar masuk Pulau Bangka tidak menjadi perantara penularan virus sekaligus mengembalikan Bangka Barat menjadi zona hijau," katanya.

Pengetatan di Pelabuhan Tanjungkalian Dijaga Oleh Petugas Gabungan


Pada kegiatan itu, kata dia, para petugas kesehatan dari Puskesmas Mentok didampingi petugas Satgas Kabupaten Bangka Barat, TNI, KKP Pelabuhan Tanjungkalian.

"Kita akan bersinergi dan bekerja sama dalam melakukan pengawasan untuk beberapa hari ke depan," katanya.

Ia akan melihat perkembangan zonasi penyebaran COVID-19 apakah mampu bergerak dari oranye ke hijau.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika kondisi pasien yang terkonfirmasi COVID-19 meningkat dalam lima hari ke depan, pihaknya akan melakukan pengetatan pada penumpang di pintu masuk pelabuhan.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri di VOI.