Apa Itu Penyakit Gangguan Mental OCD, Berikut Gejala dan Ciri-ciri Perilakunya
Ilustrasi OCD (Andrey Popov/Pexels)

Bagikan:

PALEMBANG - Selebritis muda yang pernah popular lewat serial sinetron Ganteng-ganteng Serigala (GGS) Aliando Syarief sudah lama tidak muncul dalam dunia entertainment. Absennya Aliando tersebut ternyata diringi dengan berita kurang.

Aliando didiagnosis terkena penyakit gangguan mental, OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Melansir VOI, Jumat 28 Januari, Aliando menjelaskan kondisi tersebut membuatnya harus berhenti sejenak dari aktivitas di dunia hiburan termasuk berakting. Alhasil sudah setahun belakangan, dia melakukan terapi agar segera sembuh.

Lalu, penyakit OCD itu apa? Menyadur PsychCenter, penyakit OCD atau gangguan obsesif kompulsif adalah gangguan kesehatan mental dengan ciri-ciri pikiran, tindakan, serta obsesi yang sering dilakukan berulang (kompulsi). Obsesi menciptakan kecemasan dan perilaku kompulsif yang berulang bisa membuat sesuatunya lebih buruk.

OCD dapat dideteksi dengan mengamati perilaku kompulsif seseorang. Jenis gejala yang paling umum dilansir dari White Swan Foundation, adalah;

Kebersihan: Orang yang selalu takut terkontaminasi kuman dan bakteri, mereka berulang kali mencuci tangan dan membersihkan rumah.

Ketertiban: Beberapa orang terobsesi dengan simetri dan keteraturan. Untuk menghilangkan kecemasan, mereka akan menata ulang buku, peralatan makan, atau merapikan karpet, bantal, dan tempat tidur secara berulang-ulang. Tujuannya bukan untuk mendapatkan sesuatu yang sempurna melainkan untuk mengurangi pikiran obsesif.

Penimbunan: Orang yang merasa tidak mungkin membuang apa pun. Mereka mengumpulkan koran bekas, pakaian, surat, dan benda-benda lain tanpa alasan yang jelas.

Menghitung: Orang-orang seperti ini berulang kali menghitung barang-barang mereka dan benda-benda lain yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti jumlah anak tangga di di rumah, atau jumlah lampu di lorong. Jika mereka membuat kekeliruan, mereka kembali dan mulai berhitung lagi.

Keamanan: Beberapa orang memiliki ketakutan irasional tentang keamanan. Mereka terus-menerus memeriksa apakah pintu dan jendela aman, apakah kompor sudah dimatikan, dan sebagainya.

Kondisi mental ini menyebabkan banyak waktu habis sehingga tidak bisa menikmati dan menjalani kehidupan produktif. 

Meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan OCD, namun ada beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya OCD, seperti;

Faktor genetik: OCD terkadang dapat diturunkan dari orang tua.

Faktor biologis atau neurologis: Beberapa penelitian mengaitkan penyakit OCD dengan ketidakseimbangan hormon serotonin di otak.

Perubahan hidup: Terkadang, perubahan besar dalam hidup seperti pekerjaan baru atau kelahiran anak memberikan lebih banyak tanggung jawab pada seseorang. Hal ini dapat memicu OCD.

Faktor perilaku: Orang yang sangat terorganisir, rapi, teliti dan suka bertanggung jawab sejak dini, terkadang berisiko mengalami OCD.

Pengalaman pribadi: Seseorang yang pernah mengalami trauma parah kemungkinan akan terpengaruh dengan OCD. Misalnya, tertular ruam parah dengan menyentuh racun tikus di rumah, dapat menyebabkan dorongan cuci tangan.

Jika orang yang Anda kenal mengalami perilaku seperti yang sudah disebutkan tadi, Anda dapat mencoba berbicara dengan mereka dan mendorongnya untuk menemui ahli di bidang kesehatan mental untuk meminta bantuan.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.