96 Ribu Warga Kabupaten Musi Banyuasin Sudah Mendapatkan Vaksinasi COVID-19
Ilustrasi vaksinasi pelajar (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Berdasarkan data Pemkab Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sejumlah 96.000 warganya sudah mendapat vaksinasi COVID-19. Sudah mencapai kiasaran 20 persen dari keseluruhan penduduk daerah setempat.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Sekayu, Minggu, mengatakan, realisasi yang masih rendah itu karena dipengaruhi pasokan vaksin yang terbatas dari pemerintah pusat.

“Saya selalu menyampaikan ke pemerintah pusat untuk meminta tambahan kuota vaksin, agar kami mempercepat target kekebalan kelompok,” kata Dodi.

Musi Banyuasin Mampu Melapaui Target Vaksin Tenaga Kesehatan dan Petugas Publik

Oleh karena itu, dirinya sangat merespon positif adanya inisiatif dari berbagai pihak yang melaksanakan vaksinasi secara mandiri, seperti yang dilakukan PT Lonsum beberapa waktu lalu yang memvaksin karyawan berserta keluarganya dengan total 1.000 orang.

Walau secara keseluruhan baru mencapai 96.000 orang, tapi Muba mampu melampaui target untuk vaksin bagi tenaga kesehatan dan petugas publik.

Untuk SDM Kesehatan 3.137 sasaran, yang sudah vaksin pertama 3.364, vaksin kedua 3.046, vaksin ketiga 1.671 orang. Lalu, lansia 38.695 sasaran, vaksin pertama 6.822, vaksin kedua 3.908 orang.

Kemudian, petugas publik 32.671 sasaran, vaksin pertama 51.290, vaksin kedua 26.650 orang, masyarakat rentan dan umum 312.978 sasaran, vaksin pertama 33.066, vaksin kedua 11.419 orang, remaja 63.350 sasaran, vaksin pertama 1.447, vaksin kedua 191, dan gotong royong 914 sasaran.

Saat ini pemkab menerapkan aturan perizinan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) yakni sebanyak 80 persen tenaga pendidik harus sudah divaksin COVID-19.

Pelaksanaan PTM itu sudah dilakukan sejak Senin (23/8) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Vaksinasi COVID-19 untuk Pelajar di Musi Banyuasin

Sembari terus melaksanakannya, pemkab juga mulai melaksanakan vaksinasi untuk remaja yakni ke pelajar SMP sejak 24 Agustus 2021.

“Memang PTM ini uji coba, tapi walau uji coba kami sangat serius agar ini tetap berjalan. Jika nantinya terdapat klaster baru, maka pemkab dipastikan langsung menutup sekolah tersebut,” kata dia.

Pemkab Muba berupaya pemberian vaksin ini tidak hanya menyasar daerah-daerah yang mudah diakses tapi juga hingga ke pelosok desa dan daerah perbatasan.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.