Perayaan Imlek di Palembang; Dinkes Berharap Tidak Ada Kenaikan Kasus COVID-19 Tahun Baru China
Perayaan imlek di Palembang (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG- Setelah hari raya tahun baru China atau Imlek, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan berharap tidak terjadi kenaikan kasus positif COVID-19 di wilayahnya.

Dia mengatakan dalam rangkaian perayaan Imlek, mulai pra kegiatan sampai dengan puncak acara juga dilakukan pengawasan oleh setiap pengurus wihara didampingi tim gugus tugas COVID-19 dan aparat kepolisian setempat.

"Karena sejauh ini berdasarkan temuan di lapangan wihara yang merayakan Imlek secara langsung sudah menerapkan pembatasan kegiatan yang diiringi dengan pengetatan protokol kesehatan terhadap setiap umat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Fenty Aprina di Palembang, Selasa.

Perayaan Imlek di Sumsel Berjalan dengan Menerapkan Prokes Ketat

Dalam pengawasan tersebut, kata dia, setiap umat yang akan menjalani peribadatan di wihara diwajibkan menggunakan masker dan tidak berkerumun terlalu lama di dalam ruangan inti wihara. Jumlah orang di dalam wihara dibatasi 50 persen dari daya tampung maksimal.

"Kami sangat mengapresiasi pengurus wihara dan masyarakat yang sudah bersinergi membantu pemerintah mengeliminir penyebaran COVID-19 ini. Sebab pasti sulit bagi umat untuk menerima penerapan pembatasan seperti ini. Apalagi sampai tidak menerima tamu dari luar kota, tapi, dengan kesadaran bersama, mereka bisa menaatinya," ujarnya.

Dia berharap, kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga bisa diterapkan di luar kegiatan Imlek di wihara, mengingat hal tersebut penting dilakukan sehingga tidak terjadi kasus COVID-19 transmisi lokal.

​​​​​​"Hal demikian juga harus diterapkan di pusat perbelanjaan ataupun sarana hiburan keluarga yang biasanya menjadi tujuan masyarakat untuk merayakan libur Imlek," katanya.

Data Kasus COVID-19 di Sumsel Terkini

Berdasarkan rekap data Dinas Kesehatan Kota Palembang, kasus positif COVID-19 tercatat bertambah selama beberapa hari terakhir, dimulai sejak Jumat (21/1) dengan jumlah satu kasus, Selasa (25/1) bertambah lima kasus, dan Kamis (27/1) sembilan kasus baru.

Penambahan kasus tertinggi terjadi sejak Jumat (28/1) 18 kasus, Sabtu (29/1) 13 kasus, Minggu (30/1) 19 kasus, dan yang tertinggi terkonfirmasi pada Senin (31/1) 31 kasus positif COVID-19.

Total saat ini ada penambahan 96 kasus positif COVID-19 di Palembang.
​​​

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.