Lonjakan Harga Minyak Goreng Terjadi di  Baturaja Secara Drastis
Ilustrasi minyak goreng (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Di pasar tradisional Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan, terjadi kenaikan harga minyak goreng curah. Lonjakan harga cukup drastis dari yang sebelumnya Rp14.000 per kilogram menjadi Rp20.000 Kg.

Menurut Jauya, salah seorang pedagang sembako di Pasar Atas Baturaja, Rabu mengatakan, kenaikkan harga minyak goreng curah tersebut terjadi sejak satu bulan terakhir.

Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng di Baturaja

Naiknya harga minyak ini disebabkan karena agen pemasok mematok modal tinggi sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi.

"Modal dari agen sekarang mencapai Rp19.000/Kg," katanya.

Meskipun harga tinggi namun tidak berdampak pada daya beli masyarakat yang saat ini masih stabil. Begitupun pasokan minyak goreng curah di pasar Baturaja saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah itu.

Turunnya Panen Sawit Memicu Kenaikan Harga Minyak Goreng

Sementara itu, Kasi Pengendalian Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Disperindag OKU, Octa Liyandi secara terpisah menjelaskan, kenaikkan harga minyak goreng curah tersebut dipicu karena turunnya panen sawit pada semester ke-2 tahun 2021.

Selain itu, lonjakan harga ini juga disebabkan adanya kenaikkan permintaan miyak sawit mentah atau CPO untuk pemenuhan industri biodiesel seiring dengan penerapan kebijakan B 30.

"Kondisi ini terjadi secara nasional dalam artian tidak di Kabupaten OKU saja. Meskipun harga naik kami memastikan stok minyak goreng di pasaran masih mencukupi," kata dia.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.