Prakiraan BMKG; Hujan Musim Kemarau di Sumsel Hanya Sementara
Ilustrasi cuaca terik (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan, berapa daerah di beberapa wilayah bakal diguyur hujan lebat musim kemarau dalam satu pekan terakhir. Kondisi cuaca tersebut hanya berlangsung sementara.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sumatera Selatan Veronica Shinta Andriyani di Palembang, Kamis mengatakan fenomena hujan saat musim kemarau itu dipengaruhi oleh Gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) secara negatif.

Potensi Cuaca Hujan di Sumatera Selatan

Dari dua gelombang itu menyebabkan pergerakan cuaca dan itu memungkinkan adanya awan hujan di cakrawala Sumatera meskipun musim kemarau seperti saat ini.

“Awan ini menyerap udara secara optimal dari teriknya matahari musim kemarau,” katanya.

Gelombang IOD tersebut, menunjukkan adanya suplai uap air dari Samudra Hindia sebelah timur Afrika ke perairan Sumatera.

Sedangkan faktor MJO juga ikut berperan aktif di Indonesia bagian barat. Sehingga ada sirkulasi angin di perairan Barat Sumatera dan terkonvergensi di wilayah timur Sumatera Selatan .

Fenomena Hujan di Musim Kemarau

Namun jika gelombang penggerak cuaca tersebut bergeser atau tidak aktif lagi maka keringnya cuaca di musim kemarau akan terasa.

Fenomena hujan musim kemarau itulah yang bisa disebut sebagai anomali iklim sehingga mengganggu pola rutin.

"Jadi hujan di musim kemarau sementara ini," jelas dia.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel .