Misteri Kematian Brigadir J: Komnas HAM Temukan Indikasi Kuat Pelanggaran HAM
Kantor Komnas HAM (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus pembunuhan Brigadir J. dinyatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI. Pelanggaran HAM yang terjadi engarah pada hambatan peradilan  atau penghambatan penegakan hukum.

Mohammad Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM, mengungkapkan Komnas HAM akan mendalami dan memperhatikan terkait  halangan peradilan  dalam kasus tersebut. Sebab apabila, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.

"Makanya salah satu fokus kami misalnya soal  obstruksi keadilan  dalam konteks kepolisian itu perusakan tempat kejadian perkara," kata Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Kamis.

Jadi kalau pertanyaannya saat ini banyak ditemukan indikasi adanya pelanggaran HAM khususnya soal menghalangi keadilan  ? Indikasinya sangat kuat," kata dia.

Adanya Pelanggaran HAM dalam Pembnuhan Brigadir J

Ia mengatakan dalam konteks hukum biasa atau kasus kematian Brigadir Jobstruksi keadilan  terkait dengan perusakan tempat kejadian perkara, pengaburan cerita dan sebagainya. Namun, dalam konteks HAM yang lebih luas mengarah pada hambatan terhadap proses penegakan hukum.Komnas

HAM, demikian, belum bisa menyimpulkan apakah hal tersebut terjadi atau tidak.Namun, kuat indikasi mengarah pada  terjadinya obstruksi keadilan  dalam kasus tewasnya Brigadir J dengan tersangka Bharada E, RR, KM dan Irjen Polisi Ferdy Sambo.

Timsus Polri dan Komnas HAM Akan Memeriksa Irjen Ferdy Sambo

Sementara itu, terkait pemeriksaan Ferdy Sambo, Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan tim khusus Polri berkoordinasi dengan Komnas HAM yang juga mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Kadiv Propam Polri itu.

"Kemudian untuk Komnas HAM, karena hari ini ada pemeriksaan Irjen FS sebagai tersangka maka fokus tim khusus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Sehingga Irjen FS, belum bisa diperiksa Komnas HAM, karena pemeriksaan tim khusus Polri pro justitia," kata Dedi.

Ikuti terus berita dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel . Kami menghadirkan berita Sumatera Selatan terkini dan terlengkap untuk Anda.