Pemprov Sumsel Siap Canangkan Gerakan Melawan Osteoporosis Mendukung Diadakannya Fornas di Palembang
Wakil Gubernur Sumsel mencanangkan gerakan melawan osteoporosis (Foto dari Antara)

Bagikan:

PALEMBANG - Gerakan Melawan Osteoporosis siap dicanangkan oleh Pemprov Sumatera Selatan bekerja sama dengan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi). Rencana tersebut sekaligus mendukung peran daerah sebagai tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VI/2022 di Palembang.

Mawardi Yahya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, menyampaikan pencanangan gerakan ini rencananya pada 4 Juli mendatang di Jakabaring Sport City (JSC).

“Pemprov mengatakan bahwa osteoporosis ini harus sedini mungkin. Selama ini penyakit tulang ini masih dianggap remeh meskipun sangat menentukan kualitas hidup seseorang,” kata dia saat menerima Kepala Bidang Pembangunan Daerah Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Otto Nasri.

Menurutnya, walau organ tubuh lainnya sehat namun jika mengalami osteoporosis dan tulang keropos tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Festival Olahraga Rekreasi Nasional di Sumatera Selatan

Oleh karena itu, Pemprov Sumsel mendukung gerakan ini sehingga diharapkan Perwatusi segera berkoordinasi dengan instansi terkait mengingat akan dimasukkan dalam sela-sela kegiatan Fornas.

Kepala Bidang Pembangunan Daerah Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia Pengurus Pusat Perwatusi Otto Nasri mengatakan Pemprov Sumsel menjadi daerah pertama yang mencanangkan program ini setelah dicanangkan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, beberapa waktu lalu. Untuk sosialisasi kegiatan ini, Mawardi berharap dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat.

"Turunan dari gerakan perdana itulah kami mencoba bekerja sama dengan beberapa pemda untuk melakukan gerakan di daerah untuk melawan osteoporosis ini. Karena kebetulan ada Fornas kami usulkan melakukan gerakan mencegah osteoporosis ini di Sumsel," kata dia.

Bahaya Osteoporosis dan Gejalanya

Keroposnya tulang ini tidak dapat diabaikan begitu saja karena data terakhir menunjukkan dari lima perempuan maka terdapat tiga orang yang menderita penyakit ini.

Hal ini berkaitan erat dengan peran perempuan sebagai pengurus rumah tangga hingga mencari nafkah.

“Kami akan sosialisasikan bahaya osteoporosis ini terutama pada kalangan ibu-ibu, termasuk tips untuk mencegahnya,” kata dia.

Menurutnya, osteoporosis ini harus diperhatikan karena cenderung tidak menunjukkan gejala, dan kini hanya bertahan selama usia lanjut.

Ikuti terus berita dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel . Kami menghadirkan berita Sumatera Selatan terkini dan terlengkap untuk Anda.