Fakta Rumah Lokasi Syuting KKN di Desa Penari, Pemilik Sakit dan Dijual karena Angker?
Rumah KKN di Desa Penari (Foto: Tofa Veno)

Bagikan:

PALEMBANG- Film KKN di Desa Penari yang diangkat dari kisah yang ditulis oleh akun Twitter bernama Simpleman sukses menjadi film Indonesia terlaris hingga saat ini. Tak cuma alur dan muatan kisah di dalamnya yang menari, lokasi syuting film ini pun membuat banyak orang penasaran.

Film KKN Desa Penari mengambil lokasi syuting di Jogjakarta. Lokasi syutingnya semakin banyak dibicarakan, setelah beredar kabar rumah tersebut akan dijual.

Rumah tersebut berada du Pedukuhan Ngluweng, Kelurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Rumah tersebut saat ini tak lagi dihuni.

Pemilik Rumah Tempat Syuting KKN Desa Penari Sakit

Ngadiyo, disebut pindah karena sakit. Dia menampik anggapan bahwa Ngadiyo takut kembali ke rumahnya setelah syuting selesai. Namun, menantu Ngadiyo, Ngatemi, menjelaskan bahwa mertuanya sudah sakit sebelum rumah dijadikan lokasi syuting.

Ngatemi membantah kabar bahwa mertuanya sakit setelah rumah dijadikan lokasi syuting. Dikutip dari kanal YouTube Tova Veno, rumah tersebut saat ini sudah tidak dialiri listrik.

"Sudah mati ya listriknya, karena sudah tidak dihuni," ujar Tova.

Penampakan Rumah Syuting Film KKN Desa Penari

Rumah tersebu masih mirip dengan penampakan dalam film. Bahkan, dalam rumah tersebut bahkan masih terdapat lesung yang digunakan untuk menumbuk padi.

Nampaknya penghuni rumah benar-benar ingin meninggalkan rumah tersebut karena lesung pun akan dijual. "Ini dijual terpisah kalau lesungnya," katanya.
Ikuti terus berita dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel . Kami menghadirkan berita Sumatera Selatan terkini dan terlengkap untuk Anda.