Mengenal Cara Menjaga Kesehatan Jantung untuk Atlet dan Pegiat Olahraga Menurut Ahli
Ilustrasi (Los Muertos Crew/Pexels)

Bagikan:

PALEMBANG- Sakit jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami di Indonesia. Presentasi kematian akibat penyakit ini bahkan cukup tinggi.

Serangan jantung merupakan penyakit yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapat cukup aliran darah. Kondisi ini perlu pertolongan medis yang cepat untuk memperbaiki kesehatan jantung.

Serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja, termasuk para atlet. Meski terdengar aneh jika atlet bisa terkena serangan jantung, namun sebenarnya para atlet memiliki kecenderungan untuk terkena penyakit jantung . Pasalnya, intensitas aktivitas yang tinggi juga dapat mengganggu kinerja jantung.

Nah, untuk menjaga kesehatan jantung para atlet, diperlukan langkah-langkah yang tepat. Dalam sebuah ebinar  yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pada Kamis, 1 Juli, dengan tajuk  Jantung Sehat bagi Atlet & Pegiat Olahraga: Sosialisasi Pentingnya Melindungi Jantung Terutama bagi Pelaku Olahraga , salah seorang narasumber yaitu dr. Ade Median Ambari, SpJP(K), FIHA, FAsCC, memaparkan cara menjaga kesehatan jantung.

Beliau menilai setidaknya ada empat aspek yang harus diperhatikan para atlet dalam menjaga kesehatan jantung saat berolahraga, yaitu  Frequency, Intensity, Time , dan  Type  yang disingkat menjadi FITT.

Untuk lebih memahami tentang FITT ini,  VOI  menambahkan rangkumannya.

Frekuensi

Frekuensi mengandung makna sesi latihan atau sesi olahraga yang dilakukan para atlet setiap minggu. “Pada pasien jantung, sesi olahraga dilakukan 3 hingga 5 kali per minggu, sedangkan untuk atlet, 5 sampai 7 kali per minggu,” ungkap dr. Ade. 

Intensitas

Meski sesi menjalani latihan yang sangat padat, yaitu 5 sampai 7 kali per minggu, para atlet tetap harus menentukan atau mengukur intensitas. Pengukuran intensitas sangat penting dalam menentukan kesehatan jantung para atlet. 

Sebab, jika intensitas yang dilakukan terlalu tinggi, maka beban jantung juga akan sangat tinggi. Sehingga, dapat menyebabkan serangan jantung dan gangguan irama jantung. Untuk itu, setiap atlet perlu betul-betul memahami dan mengenal kemampuan fisik mereka. 

Tidak hanya berbicara tentang atlet, dr. Ade juga ikut menyarankan para masyarakat umum untuk cukup melakukan olahraga dengan intensitas ringan dan sedang saja untuk menjaga imunitas di masa pandemi. Karena jika orang awam berolahraga dengan intensitas berat, bisa jadi imunitasnya.

Waktu

Umumnya, waktu yang ideal bagi seseorang dalam berolahraga yaitu sekitar 30 menit hingga 1 jam. Namun, para atlet biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berlatih. Cara menyiasatinya, coba berikan jeda setiap 30 menit atau satu jam sekali dengan waktu berkisar antara 10 hingga 15 menit. Dengan begitu, jantung juga bisa beristirahat.

Tipe

Agar ketiga hal di atas dapatkan, maka “seorang atlet harus menciptakan program latihan olahraga yang tepat agar peak exercise dapat tercapai,” ungkap dr. Ade. Para atlet perlu tahu bagaimana cara mengatur volume dan program olahraga agar tidak terlalu memaksa kerja jantung. 

Selain keempat cara tersebut, dr. Ade kembali menambahkan bahwa penelusuran pada atlet, pemeriksaan fisik, riwayat, dan juga pengecekan melalui EKG terutama dilakukan untuk mendeteksi masalah jantung yang dimiliki sejak dini. 

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI dengan judul Menurut Ahli, Begini Cara Menjaga Jantung untuk Atlet dan Pegiat Olahraga . Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri di VOI Sumsel .