6 Alasan Orang Memilih Tetap Single, Mari Hormati dan Tidak Perlu Dinyinyiri
Ilustrasi alasan memilih tetap lajang (Unsplash/Radu Florin) Bagikan:

Bagikan:

PALEMBANG- Dalam urusan hubungan asmara atau percintaan, setiap orang memiliki preferensi atau pilihannya masing-masing. Ada yang gelisah ketika sendiri atau single. Sebaliknya, tidak sedikit yang menganggap bahwa single adalah pilihan paling tepat sesuai situasi yang dialaminya.

Mengapa berbeda? Sejumlah psikolog meneliti perbedaan preferensi tersebut. Dengan temuan daftar berikut yang jadi alasan orang memilih single.

1. Menemukan cara menikmati menjadi lajang

Sementara orang dengan preferensi membangun jalinan asmara, mereka yang memilih single secara sadar telah menemukan cara untuk menikmati menjadi lajang. Tidak mengalami stres atau mengasihani diri sendiri.

Dikutip dari Bustle, 20 September, masyarakat kerap menganggap single itu keliru, menyedihkan, dan salah. Tetapi, penting untuk menghormati preferensi orang bukan? Sebab setiap orang melewati jalan hidupnya masing-masing beserta pilihan atas hubungan yang ia jalin.

2. Ingin mencapai tujuan pribadi

Menurut psikolog dan pakar hubungan, Dr. Marisa Franco, Ph.D., baik-baik saja dengan hidup melajang sebab ini tentang menghargai hal-hal yang positif. Menurutnya, hidup lajang menawarkan kebebasan, kemampuan mencapai tujuan pribadi, dan mengembangkan hubungan non-romantis lebih dalam.

3. Fokus pada bidang lain dalam hidup

Mereka yang memilih melajang memanfaatkan sepenuhnya dengan kembali sekolah, bergaul dengan teman-teman, dan berfokus pada bidang lain dalam kehidupan mereka.

4. Punya waktu untuk mengembangkan diri

Caranya mengisi waktu, bagi orang yang punya hubungan romantis dengan single tentu akan berbeda. Mereka yang memilih lajang memiliki otoritas 100 persen untuk mengelola waktunya dan mengembangkan diri. Dan positifnya, mereka bisa menikmatinya.

5. Merasa nyaman dengan diri sendiri

Menurut seorang psikolog klinis, Dr. Joshua Klapow, Ph.D., orang-orang yang telah berlatih sendirian merasa nyaman sendirian. Mereka tahu bagaimana memenuhi kebutuhan psikologis mereka dan mungkin merasa nyaman menjadi lajang.

6. Tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk menjalin hubungan

Keputusan yang diambil terburu-buru bisa berefek negatif. Namun, bagi mereka yang memilih sementara waktu lajang memiliki pertimbangan matang untuk membuat keputusan.

Kata Klapow, “Seseorang yang melihat diri mereka mandiri dan tidak membutuhkan orang lain akan berkembang dalam status lajang.”

Ini adalah keterampilan lain yang dapat berkembang seiring waktu.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI Sumsel.