Tips Memulai Obrolan dengan Keluarga agar Momen Lebaran Tidak Garing
Ilustrasi ngobrol bersama keluarga (Pexels/mentatdgt)

Bagikan:

PALEMBANG- Lebaran menjadi momen kumpul bersama keluarga. Berbagai obrolan akan tercipta di momen ini. Namun kadang pertemuan keluarga saat lebaran , jarum suntik terjadi 'momen diam'. Situasi akan terasa cuek tetapi khawatir keliru ketika mulai membicarakan tema tertentu.

Melansir Future Learn, kebosanan dipicu dari sejumlah faktor. Paling umum dipicu aktivitas yang terlalu monoton dan atau tema obrolan diulang-ulang. Untuk mengatasi suasana membosankan saat silaturahmi bersama keluarga, berikut tips untuk menyegarkan obrolan.

Mulailah dengan hal yang menyenangkan

Anda tahu hobi dari sejumlah anggota keluarga. Meskipun Anda memiliki hobi yang berbeda, tetapi dapat mengeratkan kedekatan keluarga dengan kebiasaan. Membicarakan kebiasaan pribadi tetapi jauh dari intimidatif.  

Misalnya, dimulai dari obrolan tentang makanan kesukaan dan aktivitas paling menggembirakan selanjutnya bisa membahas tentang citarasa hingga film travelling.  

Ikuti dengan gerakan tubuh

Gerakan tubuh sebenarnya satu cara untuk meyakinkan orang lain bahwa Anda tertarik untuk ngobrol banyak hal. Maka cobalah membuat tubuh lebih ekspresif, misalnya menggerakkan tangan atau leher dan kepala.

Saat mulai membuka obrolan, bisa dimulai dengan pernyataan yang bikin lawan bicara penasaran. Jangan lupa, letakkan ponsel cerdas agar tidak mengganggu. 13 Mei 2021 02:16

Mengalir atau mengalir

Kadang, ada sanggahan atau argumentasi dari lawan ngobrol. Paling bijak, mengalir mengikuti alur dan menyelami tema-tema yang diobrolkan. Meski enggak selalu nyambung, tetapi momen ini bisa merangkum satu poin, yaitu saling bertukar pendapat.

Tunjukan kedekatan emosional

Apabila pertemuan keluarga, tentu ada saudara yang lebih tua dan sebaliknya. Ketika mengobrol bersama keluarga yang lebih tua, mengungkapkan rasa hormat sekaligus ekspresikan kedekatan emosional misalnya dengan memegang lengannya atau mengelus punggung.

Obrolan seimbang

Semakin banyak orang yang terlibat dalam lingkaran obrolan, maka semakin banyak topik yang bisa diobrolkan. Karena semakin banyak topik obrolan, maka kesempatan ngobrol perlu seimbang. Di satu waktu, Anda perlu menjadi pendengan yang baik.

Di waktu yang lain bisa jadi seseorang yang mengajukan pertanyaan atau pernyataan agar obrolan lebih seru. Obrolan yang melibatkan orang lain dalam membicarakan berbagai tema dan saling merespons.

Misalnya, jika pasangan kurang memahami tema otomotif, Anda bisa mengimbanginya ketika berada di forum keluarga. Karena memaksakan tema obrolan juga bisa membuat orang lain bosan, maka cobalah lebih variatif namun tetap dapat menerapkan seluruh anggota keluarga yang turut serta dalam obrolan.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri di VOI. Artikel ini pernah tayang sebelumnya di VOI .